Jelajahi visi arsitek untuk menyatukan kembali orang-orang

Inspirasi di Balik Proyek

Setelah periode yang ditandai dengan isolasi dan jarak sosial, arsitek Alberto Menozzi memulai sebuah proyek di mana desain menginspirasi untuk menyatukan kembali orang-orang. Proyeknya, Pointillisme, membayangkan kembali ruang publik secara konseptual, mengubah kesendirian menjadi kerangka hidup yang membawa komunitas ke garis depan. Alberto melihat Pointillisme bukan sebagai sebuah tempat, tetapi sebagai metode yang dapat diterapkan yang mendorong orang untuk menemukan kembali ruang bersama yang selaras dengan alam. Visinya menciptakan “karpet fungsi,” sebuah ruang publik di mana berbagai kegiatan dapat hidup berdampingan, menyambut semua orang untuk berpartisipasi.

“Ide sering kali dimulai dengan mengamati apa yang ada di sekitar kita,” jelas Menozzi. Baginya, inspirasi muncul pada musim panas tahun 2020 dan 2021, ketika taman-taman publik di seluruh dunia menggunakan lingkaran sebagai langkah jaga jarak sosial di tengah pandemi COVID-19. Lingkaran-lingkaran tersebut – zona netral yang dimaksudkan untuk menjaga jarak antar orang – secara tak terduga menyatukan kota-kota dengan elemen desain yang sama. Lingkaran-lingkaran ini menjadi elemen kuat dalam seni tanah, menyelaraskan berbagai tempat dalam bahasa visual yang kohesif. Saat melihat orang-orang di dalam lingkaran-lingkaran yang ditandai ini, ia melihat potensi untuk mengubah tempat-tempat terisolasi menjadi komunitas dinamis, sesuatu yang lebih terhubung dan mendalam.

Membentuk Ide

Di jantung Pointillisme terdapat bahasa desain yang dipengaruhi oleh seni pointilisme dari pelukis seperti Georges Seurat dan Paul Signac. Sama seperti para seniman ini yang mendekonstruksi kenyataan menjadi titik-titik individu untuk merekonstruksi adegan, lingkaran-lingkaran Menozzi menjadi blok bangunan dari sebuah lanskap sosial.

Dengan setiap lingkaran mewakili modul fungsional, desain ini mendorong berbagai kegiatan di dalam ruang. Modul-modul ini diorganisir dari “yang paling tenang hingga yang paling bising,” mencakup area untuk belajar, bersantai, makan, bermain, dan pertunjukan. Dengan menerapkan beberapa “penyimpangan” yang mungkin (untuk mendistorsi, menenggelamkan, meratakan, mengeksrusi, dan mengangkat), heterogenitas kombinasi-kombinasi tersebut meningkat. Setiap strip dalam grid lingkaran dirancang dengan hati-hati untuk menginspirasi interaksi: area belajar menawarkan meja untuk pekerjaan yang fokus, zona bersantai mengundang orang untuk bersantai, dan ruang makan mengumpulkan pengunjung di sekitar meja bersama. Fleksibilitas yang menyenangkan dari lingkaran modular ini memungkinkan Pointillisme untuk disesuaikan dengan kebutuhan komunitas mana pun.

Mewujudkan Kemungkinan

Untuk memvisualisasikan Pointillisme dan bereksperimen dengan kompleksitas lapisannya, Menozzi menggunakan Lumion. “Lumion memungkinkan saya untuk menguji konsep dengan cepat dengan pratinjau langsung di berbagai musim, waktu dalam sehari, dan kondisi cuaca,” ujarnya. Fleksibilitas ini memungkinkan Menozzi untuk melihat Pointillisme dalam segala potensinya, membayangkan bagaimana tampaknya pada hari musim gugur yang sejuk atau di bawah salju yang lembut. “Ini bukan hanya perangkat lunak untuk finalisasi — ini adalah instrumen alur kerja,” katanya. Kemampuan Lumion untuk mengintegrasikan elemen-elemen lingkungan seperti hujan, kabut, dan warna musiman menambah dimensi penting pada proyek Alberto, memungkinkan dia untuk membayangkan evolusi seiring waktu.

Dari Sketsa ke Realitas

Proses desain Menozzi berakar pada kesederhanaan sketsa, sebuah praktik yang ia pertahankan dari tahap awal hingga tahap akhir setiap proyek. “Membuat sketsa adalah dasar dari semuanya,” catatnya, “tapi pada titik tertentu, rendering menjadi sangat penting untuk melihat desain mengambil bentuk.” Dengan Lumion, Menozzi mewujudkan ide tersebut, menggunakannya untuk menguji dan menyempurnakan dampak visual proyeknya. Tantangannya adalah tetap setia pada batasan-batasan asli — memastikan setiap modul mempertahankan fungsinya sambil tetap mempertahankan keselarasan.

Makna Warna

Warna memainkan peran penting dalam mewujudkan konsep Menozzi. Dalam Pointillisme, semua nuansa warna yang hidup membantu menjadikan pengalaman tersebut menarik secara visual dan intuitif, sekaligus membedakan fungsi-fungsi yang ada. Lingkaran-lingkaran ini menjadi lebih dari sekadar pilihan estetika; mereka menghayati gerakan dan ruang pribadi.